Friday, March 22, 2019



ANALISIS PEREKONOMIAN KABUPATEN BLITAR
(Diajukan untuk Memenuhi Tugas UTS)

Mata Kuliah: Perekonomian Indonesia

Dosen:
Fauziah,MM







 












Disusun oleh:
Irene Yenitasari (17510138)






JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.................................................................................................. i
DAFTAR TABEL.......................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................... iii
KATA PENGANTAR.................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1
1.1. Latar Belakang................................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah............................................................................. 1
1.3. Tujuan............................................................................................... 1
BAB II HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.............................. 3
2.1  Gambaran Umum Objek Penelitian................................................... 3
2.2 Analisis PDRB dan Pendapatan Pekapita........................................ 5
2.3 Analisis Perubahan Struktur Ekonomi Daerah.................................. 7
2.4 Analisis Pertumbuhan Eonomi Daerah.............................................. 7
2.5 Analisis Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan............................... 8
2.6 Analisis Pembangunan Ekonomi Daerah......................................... 10
2.7 Analisis Perkembangan Sektor Pertanian........................................ 10
2..8 Permasalahan Utama Kondisi Ekonomi dan Solusi....................... 11
BAB III PENUTUP..................................................................................... 13
3.1. Kesimpulan..................................................................................... 13
3.2. Saran............................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 14




DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Blitar   4
Tabel 2.2 Produk Domestik Regional Bruto Tahun 2010-2014.................... 4
Tabel 2.3 Pertumbuhan PDRB Kabupaten Blitar 2010-2014........................ 7
Tabel 2.4 Jumlah Nasabah, Uang Pertanggungan dari Premi Januari-Desember,2014           8
Tabel 2.5 Indikator Kemiskinan Kabupaten Blitar 2009-2013...................... 9
Tabel 2.6 Analisis Perkembangan Sektor Pertanian..................................... 10














DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Peta Administrasi Kabupaten Blitar........................................... 3























KATA PENGANTAR

         
          Puji syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan Karya Tulis Perekonomian Indonesia.
            Saya sangat berharap karya tulis ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan saya sendiri maupun pembaca mengenai Analisis Perekonomian Kabupaten Blitar. Dalam menyelesaikan tugas ini saya yakin tidak akan berjalan dengan lancar tanpa bantuan dan motivasi dari berbagai pihak, serta informasi yang saya peroleh dari berbagai sumber. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa karya tulis ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikan karya tulis yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
            Semoga karya tulis ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah saya susun ini berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya.










Text Box: Malang, 22 Maret 2019


Irene Yenitasari












 BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Ekonomi adalah salah satu indikator penting sebuah negara dikatakan maju atau tidak. Keberhasilan suatu negara dilihat dari bagaimana negaranya mengatur sumber daya secara maksimal dan efisien. Salah satu indikatornya adalah dilihat dari keberhasilan suatu kabupaten/kota yang ada di dalamnya. Hal-hal tersebut mencakup Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), bagaimana tingkat pendapatan perkapita suatu daerah, struktur ekonominuya, pertumbuhan ekonominya, pembangunan ekonomi, dan sektor apa yang berpotensi untuk memajukan dan mensejahterakan masyrakatnya. Salah satu contohnya adalah Kabupaten Blitar yang masih kental tradisionalnya.
Oleh karena itu, judul makalah ini dipilih untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana kondisi ekonomi Kabupaten Blitar serta permasalahan apa saja yang dihadapi Kabupaten Blitar

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana gambaran umum Kabupaten Blitar?
2.      Bagaimana analisis PDRB dan pendapatan perkapita Kabupaten Blitar?
3.      Bagaimana analisis perubahan struktur ekonominya?
4.      Bagaimana pertumbuhan ekonomi daerahnya?
5.      Bagaimana pendapatan Kabupaten Blitar dan tingkat kemiskinannya?
6.      Bagaimana analisis pembangunan ekonomi Kabupaten Blitar?
7.      Perkembangan sektor pertanian Kabupaten Blitar seperti apa?
8.      Apakah permasalahan yang dihadapi Kabupaten Blitar?
1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui gambaran umum Kabupaten Blitar
2.      Untuk mengetahui analisis PDRB dan pendapatan perkapita Kabupaten Blitar
3.      Untuk mengetahui analisis perubahan struktur ekonominya
4.      Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi daerah Kbupaten Blitar
5.      Untuk mengetahui pendapatan Kabupaten Blitar dan tingkat kemiskinannya
6.      Untuk mengetahui pembangunan ekonomi Kabupaten Blitar
7.      Untuk mengetahui perkembangan sektor pertanian Kabupaten Blitar
8.      Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi Kabupaten Blitar dan solusinya


























BAB II
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2.1  Gambaran Umum Objek Penelitian
Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah di Propinsi Jawa Timur yang secara geografis Kabupaten Blitar terletak pada 111 25’- 112 20’ BT dan 7 57-8 9’ 51 LS berada di Barat daya Ibu Kota Propinsi Jawa Timur – Surabaya dengan jarak kurang lebih 160 km. Luas wilayah Kabupaten Blitar mencapai 1.588.79 km dengan tata guna tanah terinci sebagai sawah, pekarangan, perkebunan, tambak, Tegal, Hutan, Kolam Ikan dan lain-lain.
Secara umum, Kabupaten Blitar terbagi menjadi dua bagian, yaitu Blitar Utara dan Blitar Selatan. Batas wilayah Kabupaten Blitar di sebelah utara adalah Kabupaten Kediri dn Kabupaten Malang. Di sebelah timur berbatasan dengan Samudra Indonesia, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri.

Gambar 2.1 Peta Administrasi Kabupaten Blitar

Sumber: Peta Tematik Indo, 2015
Daftar luas wilayah 22 kecamatan, jumlah penduduk, dan kepadatan penduduk yang ada di Kabupaten Blitar pada tahun 2014 berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Blitar

No
Kecamatan 
Luas Wilayah  Area
Jumlah Penduduk Population
Kepadatan 
Density


 (Jiwa/Km2)

Districts
(Km2)
(Jiwa)
1
Bakung
111,24
25 463
229
2
Wonotirto
164,54
35 552
216
3
Panggungrejo
119,04
41 215
346
4
Wates
68,76
28 141
409
5
Binangun
76,79
42 733
556
6
Sutojayan
44,20
47 670
1 079
7
Kademangan
105,28
64 960
617
8
Kanigoro
55,55
76 108
1 370
9
Talun
49,78
60 427
1 214
10
Selopuro
39,29
39 759
1 012
11
Kesamben
56,96
48 444
850
12
Selorejo
52,23
34 924
669
13
Doko
70,95
37 747
532
14
Wlingi
66,36
50 168
756
15
Gandusari
88,23
66 516
754
16
Garum
54,56
64 337
1 179
17
Nglegok
92,56
69 385
750
18
Sanankulon
33,33
55 242
1 657
19
Ponggok
103,83
100 303
966
20
Srengat
53,98
64 441
1 194
21
Wonodadi
40,35
46 744
1 158
22
Udanawu
40,98
40 514
989

Kabupaten Blitar
1 588,79
1 140 793
718

Blitar Regency

Sumber  :  Proyeksi SP - BPS Kabupaten Blitar, 2014

Source    :  SP Projection - BPS Blitar Regency, 2014

Dari data di atas, maka dapat diketahui bahwa kecamatan dengan luas wilayah terbesar adalah Kecamatan Wonotirto dengan luas wilayah 164,54 km2 dan kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Kecamatan Selorejo dengan luas wilayah 33,33 km2. Jumlah penduduk terbanyak adalah Kecamatan Ponggok dengan jumlah penduduk 100.303 jiwa dan jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Bakung dengan jumlah penduduk 25.463 jiwa. Sedangan kepadatan penduduk terbesar adalah Kecamatan Sanankulon dengan kepadatan penduduk 1.657 jiwa/km2 dan  kepadatan penduduk terkecil adalah Kecamatan Wonotirto dengan kepadatan penduduk 216 jiwa/km2. Apabila jumlah penduduk dibandingkan dengan luas wilayah masing-masing kecamatan, maka Kecamatan Kanigoro merupakan kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk paling tinggi karena berdekatan dengan Kota Blitar.

2.2  Analisis PDRB dan Pendapatan Perkapita
Produk Domestik Regional Bruto atau biasa disebut PDRB adalah nilai bersih barang dan jasa-jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan ekonomi di suatu daerah dalam periode. (Hadi Sasana, 2006)
Data produk domestik bruto Kabupaten Blitar akan disajikan pada tabel 2.2 berikut.

Tabel 2.2 Produk Domestik Regional Bruto Tahun 2010-2014

No
Uraian
2010
2011
2012
2013*)
2014**)
1.
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Milyar Rupiah)
16.213
18.013
19.868
21.760
24.125
2.
PDRB Atas Dasar Harga Konstan Th 2010 (Milyar Rupiah)
16.213
17.093
18.054
18.965
19.915
3.
Penduduk Tengah Tahun (Jiwa)
1.118.919
1.124.775
1.130.423
1.136.701
1.140
4.
PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku (Ribu Rupiah)
14.490
16.015
17.576
19.143
21.148
5.
PDRB per Kapita Atas Dasar Harga Konstan Th 2000 (Ribu Rupiah)
14.490
15.197
15.871
16.684
17.457
6.
Indeks Berantai Atas Dasar Harga Berlaku (Persen)
-
111,1
110,3
109,52
110,87
7.
Indeks Berantai Atas Dasar Harga Konstan Th 2000 (Persen)
-
105
105
105,04
105,01
8.
Pertumbuhan PDRB (Persen)
-
5,43
5,62
5,04
5,01
9.
Indeks Harga Implisit (Persen)
100
105,43
105,62
114,74
121,14
10.
Inflasit (Persen)
-
5,38
5,62
4,26
5,58

*Angka sementara
**Angka sangat sementara
Sumber: BPS Kabupaten Blitar










Dari data tabel di atas, dapat diketahui bahwa selama kurun waktu lima tahun (2010-2013) PDRB atas dasar harga berlaku, PDRB atas dasar harga konstan, PDRB perkapita atas dasar harga berlaku, dan PDRB perkapita atas dasar harga konstan mengalami kenaikan. Apabila pendapatan perkapita meningkat, maka daya beli masyarakat meningkat pula.
2.3  Analisis Perubahan Struktur Ekonomi Daerah
PDRB Kabupaten Blitar didominasi sektor pertanian sebesar 45,85% karena luas wilayahnya sebagian besar lahan pertanian meskipun terjadi pergerseran dengan restoran, perdangangan, dan hotel.

2.4  Analisis Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Data pertumbuhan PDRB Kabupaten Blitar disajikan pada tabel 2.3 berikut.
Tabel 2.3 Pertumbuhan PDRB Kabupaten Blitar 2010-2014 (Persen)
No.
Uraian
2010
2011
2012
2013*)
2014**)
1.
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
1,6
3,11
5,18
2,42
3,11
2.
Pertambangan dan Penggalian
6,87
7,54
1,28
4,21
3,24
3.
Industri Pengolahan
3,44
3,44
1,57
4,89
6,76
4.
Pengadaan Listrik dan Gas
3,95
8,27
10
2,08
1,64
5.
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang
5,25
-0,32
2,25
2,33
2,56
6.
Konstruksi
5,75
5,07
6,48
8,42
6,21
7.
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
9,49
7,83
9,33
7,29
6,22
8.
Transportasi dan Pergudangan
4,52
5,05
4,31
5,74
7,36
9.
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
7,11
8,05
12,09
4,19
5,96
10.
Informasi dan Komunikasi
19,02
8,69
8,17
10,82
6,21
11.
Jasa Keuangan dan Asuransi
8,66
28,26
13,83
8,13
6,7
12.
Real Estate
5,31
6,83
4,8
5,27
6,76
13.
Jasa Perusahaan
6,26
4,7
4,56
3,8
4,27
14.
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
8,38
4,88
2,83
1,14
0,37
15.
Jasa Pendidikan
4,78
4,96
5,04
5,85
8,51
16.
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
12,74
13,16
8,56
7,44
8,34
17.
Jasa Lainnya
6,61
7,03
4,88
4,01
5,05
*Angka sementara
**Angka sangat sementara
Sumber: BPS Kabupaten Blitar

Dari data di atas, dapat diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blitar naik turun, ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonominya belum stabil.

2.5  Analisis Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan
(termasuk ketimpangan antar kecamatan)
Tabel 2.4 Jumlah Nasabah, Uang Petanggungan dari Premi Januari-Desember, 2014
Bulan /
Jumlah Nasabah
Uang Pertanggungan
Pendapatan dari Premi
Mounth
Total Client  (Orang
 Money Guarantee  
Income From Premi


(000 Rp.)
(000 Rp.)
(1)
( 2 )
( 3 )
( 4 )
  1. Januari
17 019
804 415 213
1 393 144
       January
  2. Pebruari
17 306
804 896 964
1 319 903
       Pebruary
  3. Maret
17 551
805 256 204
1 161 425
       March
  4. April
17 853
805 697 839
1 366 985
       April
  5. Mei
18 157
806 169 137
1 405 599
       May
  6. Juni
18 353
806 674 887
1 272 509
       June
  7. Juli
18 527
807 156 638
1 227 710
       July
  8. Agustus
18 686
807 515 878
1 815 737
       August
  9. September
18 857
807 957 513
1 666 695
       September
10. Oktober
19 048
808 428 810
1 473 810
       October
11. Nopember
19 206
808 934 560
1 727 124
       November
12. Desember
19 383
809 416 312
1 659 413
       December
Kabupaten Blitar/Blitar Regency
.
.
.
Tahun/Year 
.
.
.
2014
19 383
809 416 312
17 490 054
2013
14 227
784 912 564
17 036 639
2012
34 254
685 039 826
14 868 887
2011
8 558
929 640 795
12 446 232
2010
22 214
261 200 808
29 501 554
2009
21 036
255 004 516
28 103 015
Sumber : Cabang Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur di Blitar
Source  : Regional Revenue Sub Service  of East Java in Blita

Tabel 2.5 Indikator Kemiskinan Kabupaten Blitar 2009-2013
No.
Uraian
Satuan
2009
2010
2011
2012
2013
1
Penduduk miskin
Ribu jiwa
136,76
135,5
126,95
121,2
119,8
2
Presentase Kemiskinan
Persen
13,19
12,14
11,3
10,71
10,53
3
Garis Kemiskinan
Rupiah
176,180
192,500
210,254
222,899
236,381
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar
Dilihat dari data di atas, Kabupaten Blitar dari tahun 2009-2010 presentase kemiskinan berkurang, penduduk kemiskinan serta garis kemiskinan berkurang. Hal ini menandakan bahwa Kabupaten Blitar berhasil mampu meminimalisir tingkat kemiskinan dan mensejahterakan masyarakatnya.

2.6  Analisis Pembangunan Ekonomi Daerah
Pembangunan ekonomi merupakan proses pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya yang ada dan selanjutnya membentuk pola kemitraan dengan perusahaan swasta dimana untuk membuka lapangan pekerjan yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakatnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari website resmi Kabupaten  Blitarelah dibangun 470 km jalan hotmix, 457 km jalan aspal, 16 km jalan makadam, 16 buah jembatan, 64 km aspal mandiri, telah dilakukan perbaikan dan pemeliharaan 1.700 km jalan, 89 saluran irigasi, 39,4 km sistem penerangan jalan umum (PJU), 6,7 talud pengaman saluran, 96 buah pintu air irigasi, dan 109 dam air.
Kabupaten Blitar baru-baru ini banyak mendirikan tempat wisata seperti Negeri Dongeng, Bukit Teletubbies yang mana dapat menarik minat masyarakat sehingga pendapatan masyarakat terus meningkat.

2.7  Analisis Perkembangan Sektor Pertanian
Tabel 2.6 Sektor Pertanian
No.
Uraian
2010
2011
2012
2013
2014
1.
Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian
5.007.815
5.128.432
5.295.730
5.357.337
5.465.160

a.       Tanaman Pangan
1.398.817
1.453.455
1.521.309
1.529.592
1.549.284

b.      Tanaman Holtikultura
537.837
576.352
598.229
598.794
618.140

c.       Perkebunan
797436
806.224
833.146
847.892
884.066

d.      Peternakan
2.202.026
2.219.110
2.266.066
2.301.553
2.329.891

e.       Jasa Pertanian dan Perburuan
71.696
73.289
76.979
79.504
883.777
2.
Kehutanan dan Penebangan Kayu
108.462
118.997
154.790
164.052
172.661
3.
Perikanan
604.865
651.833
754.154
833.723
907.636
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar

Berdasarkan data BPS Kabupaten Blitar diatas dapat diketahui bahwa sektor pertaniannya dari tahun ke tahun selalu meningkat secara signifikan. Dilihat dari pertanian, peternakan, holtikultura, pangan, kehutanan, serta perikanan angka tertinggi semua unsur ada di tahun 2014.

2.8  Permasalahan Utama Kondisi Ekonomi Daerah dan Solusinya
Permasalahan ekonomi yang ada di Kabupaten Blitar adalah kurangnya pemanfaatan industri secara maksimal karena pemahaman enterpreneur atau kualitas sumberdaya manusianya masih rendah. Akibatnya, masyarakat hanya berfokus pada sektor pertanian saja, padahal di sektor industri dan sektor lain banyak profitnya. Kawasan Kabupaten Blitar merupakan salah satu kawasan yang strategis dan mempunyai perkembangan yang cukup dinamis. Pembagian kawasan menjadi Blitar Selatan dan Blitar Utara tentu saja memiliki perbedaan. Kawasan Blitar Selatan termasuk daerah yang kurang subur. Hal ini disebabkan daerah tersebut merupakan daerah pegunungan yang berbatu, dimana batuan tersebut cenderung berkapur sehingga mengakibatkan tanahnya susah ditanami. Sedangkan kawasan Blitar Utara tanahnya subur, jadi banyak tanaman yang tumbuh dengan baik. Salah atu faktor yang menyebabkan tanahnya subur karena adanya Gunung Kelud yang masih aktif.
Solusi untuk masalah yang ada di Kabupaten Blitar adalah dengan memanfaatkan potensi yang ada dengan baik secara maksimal. Banyak masyarakat pedesaan yang gaptek, maka dari itu, perlu adanya penyuluhan atau pendidikan tentang hal tersebut. Di era teknologi 4.0 ini selayaknya masyarakat memanfaatkan dengan baik. Sebagai contoh, dalam waktu satu tahun petani dapat panen dua kali, tetapi apabila dibarengi dengan teknologi, bisa saja dalam satu tahun petani panen empat hingga lima kali. Selanjutnya, memanfaatkan lahan sesuai potensinya, apabila tanahnya subur maka memanfaatkan tanaman berbibit unggul, dan apabila tanahnya tidak subur, maka dirubah sistemnya dengan industri atau mendirikan UMKM yang modern.
Bidang pariwisata seharusnya juga dimanfaatkan dengan maksimal, contohnya di Kabupaten Blitar banyak sekali tempat wisata, seperti Candi Penataran misalnya. Hal ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dengan cara dipromosikan melalui teknologi yang ada sebagai bahan edukasi maupun wisata.


























BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah pertanian yang bagus, karena dari tahun-ke tahun pertumbuhan ekonominya selalu naik secara signifikan disebabkan tanahnya subur di kawasan bagian utara. Pemerintah Kabupaten Blitar berhasil dalam meminimalisir kemiskinan, terbukti dari data BPS bahwa presentase kemiskinan menurun. Hal ini menandakan bahwa pengangguran di Kabupaten Blitar berkurang  dan pendapatan yang diperoleh meningkat. Selain itu, Blitar menjadi daerah wisata yang banyak dikunjungi karena banyak tempat wisata uang baru dan  menarik.
3.2  Saran
Menurut saya, kebijakan pemerintah sudah baik, tetapi masih perlu lagi perbaikan-perbaikan yang dilakukan agar bisa menjadi kabupaten yang tidak hanya berpotensi di bidang pertanian, tetapi di bidang industri dan UMKM. Selain itu, perlu perbaikan lagi dalam bidang infrastruktur.

















DAFTAR PUSTAKA