ANALISIS PEREKONOMIAN KABUPATEN BLITAR
(Diajukan
untuk Memenuhi Tugas UTS)
Mata Kuliah: Perekonomian Indonesia
Dosen: Fauziah,MM
Disusun oleh:
Irene Yenitasari (17510138)
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM
NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
2019
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.................................................................................................. i
DAFTAR TABEL.......................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................... iii
KATA PENGANTAR.................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1
1.1. Latar Belakang................................................................................. 1
1.2. Rumusan
Masalah............................................................................. 1
1.3. Tujuan............................................................................................... 1
BAB II HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.............................. 3
2.1 Gambaran Umum Objek Penelitian................................................... 3
2.2 Analisis PDRB dan Pendapatan Pekapita........................................ 5
2.3 Analisis Perubahan Struktur Ekonomi Daerah.................................. 7
2.4 Analisis Pertumbuhan Eonomi Daerah.............................................. 7
2.5 Analisis Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan............................... 8
2.6 Analisis Pembangunan Ekonomi Daerah......................................... 10
2.7 Analisis Perkembangan Sektor Pertanian........................................ 10
2..8 Permasalahan Utama Kondisi Ekonomi dan Solusi....................... 11
BAB III PENUTUP..................................................................................... 13
3.1. Kesimpulan..................................................................................... 13
3.2. Saran............................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 14
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah
Penduduk, dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Blitar 4
Tabel 2.2 Produk Domestik
Regional Bruto Tahun 2010-2014.................... 4
Tabel 2.3 Pertumbuhan PDRB
Kabupaten Blitar 2010-2014........................ 7
Tabel 2.4 Jumlah Nasabah, Uang
Pertanggungan dari Premi Januari-Desember,2014 8
Tabel 2.5 Indikator Kemiskinan
Kabupaten Blitar 2009-2013...................... 9
Tabel 2.6 Analisis Perkembangan
Sektor Pertanian..................................... 10
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Peta Administrasi
Kabupaten Blitar........................................... 3
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya haturkan kepada Tuhan
Yang Maha Esa atas bimbingan-Nya saya
dapat menyelesaikan Karya Tulis
Perekonomian Indonesia.
Saya
sangat berharap karya tulis
ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan saya sendiri
maupun pembaca mengenai Analisis
Perekonomian Kabupaten Blitar. Dalam menyelesaikan
tugas ini saya
yakin tidak akan berjalan dengan lancar tanpa bantuan dan motivasi dari
berbagai pihak, serta informasi yang saya
peroleh dari berbagai sumber. Saya juga
menyadari sepenuhnya bahwa karya tulis
ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya
kritik, saran, dan usulan demi perbaikan karya
tulis yang telah saya buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga
karya tulis ini dapat dipahami
bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah saya susun ini
berguna bagi saya
sendiri maupun orang yang membacanya.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ekonomi adalah salah satu indikator penting sebuah negara dikatakan maju atau tidak. Keberhasilan suatu negara dilihat dari bagaimana negaranya mengatur sumber daya secara maksimal dan efisien. Salah satu indikatornya adalah dilihat dari keberhasilan suatu kabupaten/kota yang ada di dalamnya. Hal-hal tersebut mencakup Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), bagaimana tingkat pendapatan perkapita suatu daerah, struktur ekonominuya, pertumbuhan ekonominya, pembangunan ekonomi, dan sektor apa yang berpotensi untuk memajukan dan mensejahterakan masyrakatnya. Salah satu contohnya adalah Kabupaten Blitar yang masih kental tradisionalnya.
Oleh karena itu, judul makalah ini dipilih untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana kondisi ekonomi Kabupaten Blitar serta permasalahan apa saja yang dihadapi Kabupaten Blitar
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana gambaran umum Kabupaten Blitar?
2. Bagaimana analisis PDRB dan pendapatan perkapita Kabupaten Blitar?
3. Bagaimana analisis perubahan struktur ekonominya?
4. Bagaimana pertumbuhan ekonomi daerahnya?
5. Bagaimana pendapatan Kabupaten Blitar dan tingkat kemiskinannya?
6. Bagaimana analisis pembangunan ekonomi Kabupaten Blitar?
7. Perkembangan sektor pertanian Kabupaten Blitar seperti apa?
8. Apakah permasalahan yang dihadapi Kabupaten Blitar?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui gambaran umum Kabupaten Blitar
2. Untuk mengetahui analisis PDRB dan pendapatan perkapita Kabupaten Blitar
3. Untuk mengetahui analisis perubahan struktur ekonominya
4. Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi daerah Kbupaten Blitar
5. Untuk mengetahui pendapatan Kabupaten Blitar dan tingkat kemiskinannya
6. Untuk mengetahui pembangunan ekonomi Kabupaten Blitar
7. Untuk mengetahui perkembangan sektor pertanian Kabupaten Blitar
8. Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi Kabupaten Blitar dan solusinya
BAB II
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah di Propinsi Jawa Timur yang secara geografis Kabupaten Blitar terletak pada 111 25’- 112 20’ BT dan 7 57-8 9’ 51 LS berada di Barat daya Ibu Kota Propinsi Jawa Timur – Surabaya dengan jarak kurang lebih 160 km. Luas wilayah Kabupaten Blitar mencapai 1.588.79 km dengan tata guna tanah terinci sebagai sawah, pekarangan, perkebunan, tambak, Tegal, Hutan, Kolam Ikan dan lain-lain.
Secara umum, Kabupaten Blitar terbagi menjadi dua bagian, yaitu Blitar Utara dan Blitar Selatan. Batas wilayah Kabupaten Blitar di sebelah utara adalah Kabupaten Kediri dn Kabupaten Malang. Di sebelah timur berbatasan dengan Samudra Indonesia, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri.
Sumber: Peta Tematik Indo, 2015
Daftar luas wilayah 22 kecamatan, jumlah penduduk, dan kepadatan penduduk yang ada di Kabupaten Blitar pada tahun 2014 berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Luas Wilayah, Jumlah Penduduk, dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Blitar
No
|
Kecamatan
|
Luas Wilayah Area
|
Jumlah Penduduk Population
|
Kepadatan
Density
(Jiwa/Km2)
|
Districts
|
(Km2)
|
(Jiwa)
| ||
1
|
Bakung
|
111,24
|
25 463
|
229
|
2
|
Wonotirto
|
164,54
|
35 552
|
216
|
3
|
Panggungrejo
|
119,04
|
41 215
|
346
|
4
|
Wates
|
68,76
|
28 141
|
409
|
5
|
Binangun
|
76,79
|
42 733
|
556
|
6
|
Sutojayan
|
44,20
|
47 670
|
1 079
|
7
|
Kademangan
|
105,28
|
64 960
|
617
|
8
|
Kanigoro
|
55,55
|
76 108
|
1 370
|
9
|
Talun
|
49,78
|
60 427
|
1 214
|
10
|
Selopuro
|
39,29
|
39 759
|
1 012
|
11
|
Kesamben
|
56,96
|
48 444
|
850
|
12
|
Selorejo
|
52,23
|
34 924
|
669
|
13
|
Doko
|
70,95
|
37 747
|
532
|
14
|
Wlingi
|
66,36
|
50 168
|
756
|
15
|
Gandusari
|
88,23
|
66 516
|
754
|
16
|
Garum
|
54,56
|
64 337
|
1 179
|
17
|
Nglegok
|
92,56
|
69 385
|
750
|
18
|
Sanankulon
|
33,33
|
55 242
|
1 657
|
19
|
Ponggok
|
103,83
|
100 303
|
966
|
20
|
Srengat
|
53,98
|
64 441
|
1 194
|
21
|
Wonodadi
|
40,35
|
46 744
|
1 158
|
22
|
Udanawu
|
40,98
|
40 514
|
989
|
Kabupaten Blitar
|
1 588,79
|
1 140 793
|
718
| |
Blitar Regency
| ||||
Sumber : Proyeksi SP - BPS Kabupaten Blitar, 2014
| ||||
Source : SP Projection - BPS Blitar Regency, 2014
| ||||
Dari data di atas, maka dapat diketahui bahwa kecamatan dengan luas wilayah terbesar adalah Kecamatan Wonotirto dengan luas wilayah 164,54 km2 dan kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Kecamatan Selorejo dengan luas wilayah 33,33 km2. Jumlah penduduk terbanyak adalah Kecamatan Ponggok dengan jumlah penduduk 100.303 jiwa dan jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Bakung dengan jumlah penduduk 25.463 jiwa. Sedangan kepadatan penduduk terbesar adalah Kecamatan Sanankulon dengan kepadatan penduduk 1.657 jiwa/km2 dan kepadatan penduduk terkecil adalah Kecamatan Wonotirto dengan kepadatan penduduk 216 jiwa/km2. Apabila jumlah penduduk dibandingkan dengan luas wilayah masing-masing kecamatan, maka Kecamatan Kanigoro merupakan kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk paling tinggi karena berdekatan dengan Kota Blitar.
2.2 Analisis PDRB dan Pendapatan Perkapita
Produk Domestik Regional Bruto atau biasa disebut PDRB adalah nilai bersih barang dan jasa-jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan ekonomi di suatu daerah dalam periode. (Hadi Sasana, 2006)
Data produk domestik bruto Kabupaten Blitar akan disajikan pada tabel 2.2 berikut.
Tabel 2.2 Produk Domestik Regional Bruto Tahun 2010-2014
*Angka sementara
**Angka sangat sementara
Sumber: BPS Kabupaten Blitar
|
Dari data tabel di atas, dapat diketahui bahwa selama kurun waktu lima tahun (2010-2013) PDRB atas dasar harga berlaku, PDRB atas dasar harga konstan, PDRB perkapita atas dasar harga berlaku, dan PDRB perkapita atas dasar harga konstan mengalami kenaikan. Apabila pendapatan perkapita meningkat, maka daya beli masyarakat meningkat pula.
2.3 Analisis Perubahan Struktur Ekonomi Daerah
PDRB Kabupaten Blitar didominasi sektor pertanian sebesar 45,85% karena luas wilayahnya sebagian besar lahan pertanian meskipun terjadi pergerseran dengan restoran, perdangangan, dan hotel.
2.4 Analisis Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Data pertumbuhan PDRB Kabupaten Blitar disajikan pada tabel 2.3 berikut.
Tabel 2.3 Pertumbuhan PDRB Kabupaten Blitar 2010-2014 (Persen)
No.
|
Uraian
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013*)
|
2014**)
|
1.
|
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
|
1,6
|
3,11
|
5,18
|
2,42
|
3,11
|
2.
|
Pertambangan dan Penggalian
|
6,87
|
7,54
|
1,28
|
4,21
|
3,24
|
3.
|
Industri Pengolahan
|
3,44
|
3,44
|
1,57
|
4,89
|
6,76
|
4.
|
Pengadaan Listrik dan Gas
|
3,95
|
8,27
|
10
|
2,08
|
1,64
|
5.
|
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Daur Ulang
|
5,25
|
-0,32
|
2,25
|
2,33
|
2,56
|
6.
|
Konstruksi
|
5,75
|
5,07
|
6,48
|
8,42
|
6,21
|
7.
|
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
|
9,49
|
7,83
|
9,33
|
7,29
|
6,22
|
8.
|
Transportasi dan Pergudangan
|
4,52
|
5,05
|
4,31
|
5,74
|
7,36
|
9.
|
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
|
7,11
|
8,05
|
12,09
|
4,19
|
5,96
|
10.
|
Informasi dan Komunikasi
|
19,02
|
8,69
|
8,17
|
10,82
|
6,21
|
11.
|
Jasa Keuangan dan Asuransi
|
8,66
|
28,26
|
13,83
|
8,13
|
6,7
|
12.
|
Real Estate
|
5,31
|
6,83
|
4,8
|
5,27
|
6,76
|
13.
|
Jasa Perusahaan
|
6,26
|
4,7
|
4,56
|
3,8
|
4,27
|
14.
|
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
|
8,38
|
4,88
|
2,83
|
1,14
|
0,37
|
15.
|
Jasa Pendidikan
|
4,78
|
4,96
|
5,04
|
5,85
|
8,51
|
16.
|
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
|
12,74
|
13,16
|
8,56
|
7,44
|
8,34
|
17.
|
Jasa Lainnya
|
6,61
|
7,03
|
4,88
|
4,01
|
5,05
|
*Angka sementara
**Angka sangat sementara
Sumber: BPS Kabupaten Blitar
Dari data di atas, dapat diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blitar naik turun, ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonominya belum stabil.
2.5 Analisis Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan
(termasuk ketimpangan antar kecamatan)
Tabel 2.4 Jumlah Nasabah, Uang Petanggungan dari Premi Januari-Desember, 2014
Bulan /
|
Jumlah Nasabah
|
Uang Pertanggungan
|
Pendapatan dari Premi
|
Mounth
|
Total Client (Orang
|
Money Guarantee
|
Income From Premi
|
(000 Rp.)
|
(000 Rp.)
| ||
(1)
|
( 2 )
|
( 3 )
|
( 4 )
|
1. Januari
|
17 019
|
804 415 213
|
1 393 144
|
January
| |||
2. Pebruari
|
17 306
|
804 896 964
|
1 319 903
|
Pebruary
| |||
3. Maret
|
17 551
|
805 256 204
|
1 161 425
|
March
| |||
4. April
|
17 853
|
805 697 839
|
1 366 985
|
April
| |||
5. Mei
|
18 157
|
806 169 137
|
1 405 599
|
May
| |||
6. Juni
|
18 353
|
806 674 887
|
1 272 509
|
June
| |||
7. Juli
|
18 527
|
807 156 638
|
1 227 710
|
July
| |||
8. Agustus
|
18 686
|
807 515 878
|
1 815 737
|
August
| |||
9. September
|
18 857
|
807 957 513
|
1 666 695
|
September
| |||
10. Oktober
|
19 048
|
808 428 810
|
1 473 810
|
October
| |||
11. Nopember
|
19 206
|
808 934 560
|
1 727 124
|
November
| |||
12. Desember
|
19 383
|
809 416 312
|
1 659 413
|
December
| |||
Kabupaten Blitar/Blitar Regency
|
.
|
.
|
.
|
Tahun/Year
|
.
|
.
|
.
|
2014
|
19 383
|
809 416 312
|
17 490 054
|
2013
|
14 227
|
784 912 564
|
17 036 639
|
2012
|
34 254
|
685 039 826
|
14 868 887
|
2011
|
8 558
|
929 640 795
|
12 446 232
|
2010
|
22 214
|
261 200 808
|
29 501 554
|
2009
|
21 036
|
255 004 516
|
28 103 015
|
Sumber : Cabang Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Timur di Blitar
| |||
Source : Regional Revenue Sub Service of East Java in Blita
| |||
Tabel 2.5 Indikator Kemiskinan Kabupaten Blitar 2009-2013
No.
|
Uraian
|
Satuan
|
2009
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
1
|
Penduduk miskin
|
Ribu jiwa
|
136,76
|
135,5
|
126,95
|
121,2
|
119,8
|
2
|
Presentase Kemiskinan
|
Persen
|
13,19
|
12,14
|
11,3
|
10,71
|
10,53
|
3
|
Garis Kemiskinan
|
Rupiah
|
176,180
|
192,500
|
210,254
|
222,899
|
236,381
|
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar
Dilihat dari data di atas, Kabupaten Blitar dari tahun 2009-2010 presentase kemiskinan berkurang, penduduk kemiskinan serta garis kemiskinan berkurang. Hal ini menandakan bahwa Kabupaten Blitar berhasil mampu meminimalisir tingkat kemiskinan dan mensejahterakan masyarakatnya.
2.6 Analisis Pembangunan Ekonomi Daerah
Pembangunan ekonomi merupakan proses pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya yang ada dan selanjutnya membentuk pola kemitraan dengan perusahaan swasta dimana untuk membuka lapangan pekerjan yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakatnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari website resmi Kabupaten Blitarelah dibangun 470 km jalan hotmix, 457 km jalan aspal, 16 km jalan makadam, 16 buah jembatan, 64 km aspal mandiri, telah dilakukan perbaikan dan pemeliharaan 1.700 km jalan, 89 saluran irigasi, 39,4 km sistem penerangan jalan umum (PJU), 6,7 talud pengaman saluran, 96 buah pintu air irigasi, dan 109 dam air.
Kabupaten Blitar baru-baru ini banyak mendirikan tempat wisata seperti Negeri Dongeng, Bukit Teletubbies yang mana dapat menarik minat masyarakat sehingga pendapatan masyarakat terus meningkat.
2.7 Analisis Perkembangan Sektor Pertanian
Tabel 2.6 Sektor Pertanian
No.
|
Uraian
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
1.
|
Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian
|
5.007.815
|
5.128.432
|
5.295.730
|
5.357.337
|
5.465.160
|
a. Tanaman Pangan
|
1.398.817
|
1.453.455
|
1.521.309
|
1.529.592
|
1.549.284
| |
b. Tanaman Holtikultura
|
537.837
|
576.352
|
598.229
|
598.794
|
618.140
| |
c. Perkebunan
|
797436
|
806.224
|
833.146
|
847.892
|
884.066
| |
d. Peternakan
|
2.202.026
|
2.219.110
|
2.266.066
|
2.301.553
|
2.329.891
| |
e. Jasa Pertanian dan Perburuan
|
71.696
|
73.289
|
76.979
|
79.504
|
883.777
| |
2.
|
Kehutanan dan Penebangan Kayu
|
108.462
|
118.997
|
154.790
|
164.052
|
172.661
|
3.
|
Perikanan
|
604.865
|
651.833
|
754.154
|
833.723
|
907.636
|
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar
Berdasarkan data BPS Kabupaten Blitar diatas dapat diketahui bahwa sektor pertaniannya dari tahun ke tahun selalu meningkat secara signifikan. Dilihat dari pertanian, peternakan, holtikultura, pangan, kehutanan, serta perikanan angka tertinggi semua unsur ada di tahun 2014.
2.8 Permasalahan Utama Kondisi Ekonomi Daerah dan Solusinya
Permasalahan ekonomi yang ada di Kabupaten Blitar adalah kurangnya pemanfaatan industri secara maksimal karena pemahaman enterpreneur atau kualitas sumberdaya manusianya masih rendah. Akibatnya, masyarakat hanya berfokus pada sektor pertanian saja, padahal di sektor industri dan sektor lain banyak profitnya. Kawasan Kabupaten Blitar merupakan salah satu kawasan yang strategis dan mempunyai perkembangan yang cukup dinamis. Pembagian kawasan menjadi Blitar Selatan dan Blitar Utara tentu saja memiliki perbedaan. Kawasan Blitar Selatan termasuk daerah yang kurang subur. Hal ini disebabkan daerah tersebut merupakan daerah pegunungan yang berbatu, dimana batuan tersebut cenderung berkapur sehingga mengakibatkan tanahnya susah ditanami. Sedangkan kawasan Blitar Utara tanahnya subur, jadi banyak tanaman yang tumbuh dengan baik. Salah atu faktor yang menyebabkan tanahnya subur karena adanya Gunung Kelud yang masih aktif.
Solusi untuk masalah yang ada di Kabupaten Blitar adalah dengan memanfaatkan potensi yang ada dengan baik secara maksimal. Banyak masyarakat pedesaan yang gaptek, maka dari itu, perlu adanya penyuluhan atau pendidikan tentang hal tersebut. Di era teknologi 4.0 ini selayaknya masyarakat memanfaatkan dengan baik. Sebagai contoh, dalam waktu satu tahun petani dapat panen dua kali, tetapi apabila dibarengi dengan teknologi, bisa saja dalam satu tahun petani panen empat hingga lima kali. Selanjutnya, memanfaatkan lahan sesuai potensinya, apabila tanahnya subur maka memanfaatkan tanaman berbibit unggul, dan apabila tanahnya tidak subur, maka dirubah sistemnya dengan industri atau mendirikan UMKM yang modern.
Bidang pariwisata seharusnya juga dimanfaatkan dengan maksimal, contohnya di Kabupaten Blitar banyak sekali tempat wisata, seperti Candi Penataran misalnya. Hal ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dengan cara dipromosikan melalui teknologi yang ada sebagai bahan edukasi maupun wisata.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah pertanian yang bagus, karena dari tahun-ke tahun pertumbuhan ekonominya selalu naik secara signifikan disebabkan tanahnya subur di kawasan bagian utara. Pemerintah Kabupaten Blitar berhasil dalam meminimalisir kemiskinan, terbukti dari data BPS bahwa presentase kemiskinan menurun. Hal ini menandakan bahwa pengangguran di Kabupaten Blitar berkurang dan pendapatan yang diperoleh meningkat. Selain itu, Blitar menjadi daerah wisata yang banyak dikunjungi karena banyak tempat wisata uang baru dan menarik.
3.2 Saran
Menurut saya, kebijakan pemerintah sudah baik, tetapi masih perlu lagi perbaikan-perbaikan yang dilakukan agar bisa menjadi kabupaten yang tidak hanya berpotensi di bidang pertanian, tetapi di bidang industri dan UMKM. Selain itu, perlu perbaikan lagi dalam bidang infrastruktur.
DAFTAR PUSTAKA


No comments:
Post a Comment